Selama berada di hutan kupu-kupu, saya sangat menikmati dan membayangkan diri saya jadi ulat, menikmati pekan demi pekan, yang semuanya sangat mengupgrade diri saya. Dari mulai memahami diri di tahap telur telur, mengklasidfikasi suka tidak suka, menyelami kekuatan diri, kemudian mencari cara belajar yang tepat kemudia membuat peta belajar, lalu berkomunitas sesuai minat, berkumpul dengan ulat ulat pembelajar yang punya tujuan sama, melahap daun daun lezat, setelah itu mencari teman di campping ground, membuat potluck yang merupakan sarana belajar juga learning by teaching, mencari buddy, menyiapkan bekal untuknya yang merupakan sarana learning by teacging juga, Membhagaiakan.. :).. Dan melalui proses belajaar 8 pekan ini rasanya seperti perjalanan yang sangaaat panjaaaang sehingga aku mendapat aha nyaaaaa.. Ahaaa.. ternyata aku itu seorang ibu pembelajar yang sangat suka bidang pengembangan diri, suka belajar dari pengalaman orang, dan sangat suka belajar dengan Learning by Teaching, karena ada banyak yang bahagia...saya bahagia, yang lainpun bahagia.
Mengapa gamifikasi tahap ulat dibuat seperti itu?
1. Filosofi kupu2 itu bagus ya ternyata masyaAllah..
Metamorfosisnya dari tahap telur telur, kemudian tahap ulat ulat yang tugasnya hanya makan makan dan makan, setelah itu bersiap menjadi kepompong
2. Tugas tugasnya pada setiap tahap membuat kita jadi pribadi yang utuh, menemukan diri, fokus pada kekuatan, mencari cara belajar yang tepat untuk diri sendiri dan kelak siap berperan di bumi
Comments
Post a Comment