Aliran Rasa Babak Main 3 (Berkarya Bersama)

Alhamdulillah senangnyaaaa berada di babak main 3, mainannya seru seru, melengkapi kebutuhan pokoknyaaa ada Layar Tancap Gobak Sodor, Layar Tancap Sarasehan Warga, dan ada juga Mini Project. Perasaan saya bahagia ketika menyimak nara sumber Yunda Echi (Ketua Kampung Komunits Ip) dan juga Nesri ( Direktur Riset Center IIP) tentang apa itu kolaborasi dan seberapa penting berkarya. Banyak sekali point point yang saya bintangi, maka saya berencana mengetik resumenya karena setiap kata yang terucap dari bunda echi dan nesri itu betul betul dari hati sehingga sampai ke hati tapi di link lain bukan di aliran rasa. Beberapa yang saya ingat dari perbincangan tersebut adala tentang perkataan Yunda Eci bahwa apa yang kita miliki semuanya bermakna, tidak ada keahlian yang tidak terpakai di IIP, ketika kita punya keahlian, kita suka sesuatu dan senag mengerjakannya sampai ahli maka sangta penting untuk berkarya, peran teman teman akan sangat bermakna bagi yang lain. Kolaborasi dan berkarya itu penting. Kemudian hal lain yang saya ingat berkaitan dengan contoh kolaborasi, yang membuat saya ada gambaran bagaimana bekerja atau berkolaborasi di IP. Contoh menurut bunda Nesri, jika tidak berkolaborasi, saya tidak akan bisa menghasilkan buku, karena prosesnya pasti membutuhkan peran dari banyak ahli, editor, ilustrator dsb. Hal yang membuat saya menjadi terbayang seperti apa kolaborasi di IIP yaitu disampaikannya contoh kolaborasi antara kampung komunitas dengan RC IP, antara lain: jika kampungkomunitas ingin membuat sebuah event membutuhkan narasumber, atau membutuhkan sumberdaya manusia dengan kriteria tertentu, membutuhkan pelatihan kepengurusan, kolaborasi dengan RCIP dalam hal peningkatan SDM. 

 

Banyak hal lainnya yang berbekas di jiwa saya sehingga membuat saya berkali kali menganggukan kepala, dan senyum senyum karena jiwa menjadi tenang, apalagi saat membahas pertanyaan dari kita kita yang kebanyakan curhatan, hal hal yang kita rasakan saat merasa kerjasama tim kurang, baper saat berkolaborasi dsb.. itu pokoknya penting banget dan nambah tips lagi buat nyuciin jiwa :) jd adem lah intinya.

 

 Baru satu permainan loh udah banyak membuat perubahan dalam diri :). Dan lanjuut ke permainan berikutnya yaitu layar tancap sarasehan warga yang membahas tentang COC. Saya pribadi baru saja beberapa minggu lalu mendengarkan bahasan tentang COC dari bunda Ratna Palupi di grup Transit persiapan untuk buncek. Itu masih anget banget di telinga :) mantuuuuul lah rasanyaaaa, kadang suka ada rasa digampar bolak balik, termasuk sekarang ini nih yang hampir nista, memanfaat waktu akhir..huwaaaa ngetik sambil evaluasi kan jadinyaaaaaaa... emang COC itu dahsyat dan pentingnya bukan main, kita diajak untuk memahami apa itu konsekuensi ada stimulus, think dan respon, kita diajak untuk memahami apa itu perilaku bermartabat apa itu perilaku nista, kita diberikan pemahaman tentang pedoman perilaku IIP (Perilaku bermartabat, Berbagi dan melayani dan integritas tinggi), kita dididik untuk tazkiyatunnafs sebelum menuntut ilmu dan memperhatikan adab adab, kita juga dididik untuk tau publikasi yang bermartabat itu seperti apa, sehingga ini menjadi hal yang membangun diri, engga cuma di IIP tapi diluar IIP pun kita menjadi terbiasa dengan akhlak yang berbudi tinggi.  Buanyak kesan pastinya tentang CoC ini, dan bisa juga menjadi perilaku yang menjadi teladan bagi keluarga. :)

 

 Kemudian main yang selanjutnya adalah membuat mini project. MasyaAllah banyak ilmu banget dari diskusi diskusi dengan mak Putri Rahmawati. Saya berniat untuk masuk RUMBEL anak, dan memang saya sudah dari awal masuk IP tertarik dengan Rumbel tersebut. Nah di awal tugas mini project ini saya sempat bingung karena tidak mengerti mini project nya itu kaitanyya sama rumbel yang dipilih atau bebas, karena saat itu sy tidak bisa membuka file contoh mini projectnya, tapi teman teman group sudah mulai membentuk kelompok. Akhirnya, saya berpikir yaudah saya mau jadi pelaksana, biar ide nya dari yang lain, karena memang saya agak lama kalau mencari ide, atau bergabung dengan grup manapun, lalu kita pikirkan bersama agar lebih ringan. Akhirnya di grup saya mengajukan diri, untuk masuk grupnya mak putri rahmawati, padahal saat itu saya belum tahu apa projectnya. Dan ternyata mak Putri ini salah satu pengurus rumbel anak yang saya pernah waktu itu belum memenuhi prasyarat untuk masuk rumbel, tapi saya main masuk masuk aja :) hehe. Akhirnya saya harus keluar dari grup tersebut karena emang belum waktunya masuk :D.. Nah jodohnya adalah, loh kok pas banget ternyata ide yang sudah dibuat oleh mak putri sama kebutuhan aku saat ini :). Jadi ingat Yunda Nesri saat main di gobak sodor, menceritakan pengalamannya tentang pendirian IP di Bogor, beliau bersedia untuk ditempati rumahnya dsb  karena keinginan kuat untuk belajar. Nah saya pun seperti itu, saat di beri tahu mak Putri bahwa Mini Project tentang Binar Anak, saya suka bangeeeeet, saya mau menjadi bagian projedt tersebut karena saya mau belajar, saya tertarik dan belum tau banyak tentang itu, sehingga hasil diskusi tentang project Ikuti Binarku Bunda yang ditujukan untuk peserta Rumbel Anak itu memberikan banyak insight dan sebuah pemahaman baru, jadi terimakasih banyak mak puteri udah terima aku yang saat ini belum tau banyak tentang projectnya, dan ketika ditanya usulan apa, saya hanya bisa membayangkan jika saya jadi peserta dengan ide dan deskripsi program teresebut apa yang saya butuhkan dan apa yang saya bingungkan :), jadi mungkin bisa jadi saya malah membingungkan mak putri yak.. wkwkwk..

 

Pemahaman yang naisa inginkan jika kelak naisa jadi peserta “ Ikutilah binarku, Bunda” 
 
 1, Pahamilah dan yakinilah bahwa setiap anak dilahirkan dengan gairah/hasrat belajar yang tinggi,kita sebagai orangtua berusaha untuk memelihara gairah belajar tersebut dengan memberikan kesempatan belajar seluas luasnya.
 2. Pada anak usia 0-7 tahun gairah belajar dapat terlihat dari ide ide main yang anak temukan sendiri sesuai fitrhnya. 
 3. Penting bagi orangtua untuk memfasilitasi diri dengan beragam pengetahuan tentang hasrat belajar anak/binar anak saat beraktivitas, dan fitrah belajar anak. 
 4. Catatlah dalam lembar observasi mengenai aktivitas dan keunikan (ide bermain yang ia temukan sendiri) agar kita mudah menyelami fitrahnya 
 5. Nikmati segala tantangannya (saat memulai, membersamai dan mengakhiri) 
 6. Nikmati Tahapan Observasinya saat persiapan,pelaksanaan dan pencatatan 
 7. Jadikan Lembar Observasi tersebut sebagai pedoman bagi orangtua untuk menggali berbagai keingintahuan anak dan memfasilitasi hasrat belajar anak. 
 8. Lihatlah binarnya, syukuri, apresiasi kemampuannya dan berikan dukungan agar semakin berbinar.
 9. Bagikan pengalamanmu tentang setiap proses menemukan binar, ceritakan tantangannya, agar bisa saling menularkan kebahagiaan serta berbagi tentang kebiasaan dan cara yang baik dalam menjalnkan aktivitas tersebut.



Mini project memberikan pengalaman pertama membuat template Form Observasi gitu, itu juga bikinnya di word udah gitu sumpah bingung ubah ke jpeg nya gimana :D, karena HP g bisa download canva dan sejenisnya. Kalau sampe saya engga kontribusi apa-apa ya malu donk, saya butuh tapi saya engga ada usaha apa apa, walaupun bagi saya bikin template itu susah tapi saya akan lakukan, karena dari ide saya belum bisa bantu :D. Alhamdulilla terimakasih ya mak putri udah terima aku di project mini dengan lapang, dan menghargai banget setiap perkataan aku :D uwoww banget pokoknya. Terimakasih juga buat para tim Orientasi Kmpung main yang luar biasa banget membuat program sebagus ini :) BENER BENER MENOLONG PARA IBU. mudah mudahan saya suatu saat nanti bisa seperti kalian ya :)
 

 

#Aliranrasa #desember2020
 #sambutsemaikomunitas 
#komunitasibuprofesional #orientasikampungmain


 

Comments